Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Friday, October 05, 2012

I'm being me


I’ve never been a really ambitious person. True story.

I’m type of person that let my life flows. When bad things occurred, I might be sad but I realized that I learned something. When good things popped out, I might smile all the day. When I didn’t get what I want, I might shriek a little but then I just thought it wasn’t for me. And when I achieved something, I simply thought that my hard work pay off. As simple as that. Nothing more nothing less.

It’s not like I’m an expression-less person. I just try to be not really emotional with every single thing that happened in my life. With this kind of personality, people seems get me wrong. They think I’m a person with zero motivation and have no intention to challenge myself. These kind of opinions kept going on and however it made me went to a really deep thoughts.... Am I? Is it true? Is it wrong to be like this?

Once, I really thought that I need to change. I thought I should challenge myself more. I tried hard to show my competitive side. I tried something that really out of my league. I put myself into the limit. I became someone I never knew before.

In the end, I was confused. It didn’t feel right. Why would I try so hard just to please others opinions? I know who I really am and I know exactly what I want to be. I’m not even proud for being such person. For being so competitive and ambitious, especially on things that I never fond of. It felt suck knowing that I was being someone else. To be honest, I’m embarrassed.

You might think quote “BE YOURSELF” is such a useless advice in this world. But, the fact is, it is hard to be who you really are. People continually give their critics and opinions to us. It is good if we could set those opinions aside. But most of case, without realizing it, we live for others opinions and preferences. I think that’s why word “mainstream” exist. People will do everything to be accepted in a society.

I have no doubt that suggestions from others are necessary. But in the end of day, it’s us who decide what will we do with our life and how you want to live in it, not others. I really believe that each person in this world has their own uniqueness and has their own role in this world. So keep doing what you enjoy the most and stop being someone we never really wanted.

Anyway, it might be a really cliche post if I write “be yourself” in the end. So, here you go...

Wednesday, August 08, 2012

Escapist.


"You spend your whole life stuck in the labyrinth, thinking about how you'll escape it one day, and how awesome it will be, and imagining that future keeps you going. But you never do it. You just use the future to escape the present".
Looking For Alaska, 2005


Make sense. Noted.

------------------------------------------------------------------

Long time no post, readers! Lately, I've been reaaaaally busy, ummmm I mean laaayzeh doing everything. Don't ask me how or why, since I don't have any good answer though. I maybe write another post soon. Maybe. Anyway, I miss taking pictures.

Later.

Monday, April 09, 2012

Halo!



Akhirnya, saya resmi lulus dari Jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran.


Tanggal 5 April 2012 kemarin akhirnya saya menempuh sidang sarjana saya dan... yak! Saat ini saya resmi pengangguran :P

Usaha saya selama ini untuk menyelesaikan skripsi bisa dibilang tidak mudah. Yang saya hadapi bukan saja mengenai susahnya menemui dosen pembimbing atau draft skripsi yang selalu direvisi, tapi peristiwa-peristiwa lain yang menurut saya benar-benar sebuah cobaan besar dan senantiasa memberikan pelajaran bagi saya. Selain rasa lega yang terselip, saya tidak bisa menghilangkan senyuman dari wajah saya ketika saya akhirnya melewati ujian sidang sarjana saya. Iya, saya bahagia :)

Dan setelah 3 bulan ngediemin blog ini, saya akan kembali menulis di blog ini karena pastinya saya bakal punya banyak waktu luang. See you!

Thursday, January 12, 2012

Solitude




"I really wanna go to the airport and buy a random flight ticket".




I just need solitude. I need to stop listening to others opinion.
I need my own deep thoughts, to think what's best for myself.
I need an extra time for myself to really hear what my brain and heart say.
I need people stop saying what's good and what's not for my future.


Have you ever feel it?
When everybody keeps telling things what you should think, choose, and decide...
and finally you live the way they want it, not yours.
And you feel like,
"Dammit, I should stop doing it. I should let myself decide for everything I want in this life".


I have no regrets for what I've done, it makes me who I am now.
I will decide things on my own from now on and let the Almighty God do the rest.
 Well that's life, you keep learning...
and that's what makes it beautiful and worth it.....
Good day everyone :)

Saturday, October 22, 2011

Manusia




---by Annisa Utami Seminar---



Buat kamu, ya siapapun kamu. Coba sekali-kali kamu pandang sebuah cermin. Sadarlah, bahwasanya kamu sebagai manusia banyak salah. Sadarlah, manusia perlu menyadari letak kesalahan dan berani meminta maaf. Pun kamu telah meminta maaf, sadarlah tidak akan ada gunanya meminta maaf atas kesalahan yang kamu ulang. Lebih baik, kamu berubah.


"Manusia itu terlalu egois, bahkan untuk dirinya sendiri."

Cukup tiga langkah:
        sadari,
akui,
dan jangan ulangi.

Tuesday, August 23, 2011

Happiness Awaits



Pictures by Annisa Utami Seminar


Foto ini saya dedikasikan untuk semua orang yang sedang berjuang menggapai impian dan cita-citanya. Saya yakin, sandungan akan selalu ada di setiap perjuangan. Namun, bersabarlah karena Tuhan pasti memberikan kita rencana yang jauh lebih indah :)

Friday, August 19, 2011

Extra

"Kamu harus punya kesabaran berlipat-lipat. Jangan berhenti."
Dari seorang dosen yang senang mendengarkan.
 

Friday, August 05, 2011

Terjang



Pictures by Annisa Utami Seminar


Bahkan dalam badai terbesar pun, masih ada satu titik terang untuk membuatmu terus berjalan....
Ya... Hujan, angin kencang, badai sekalipun... Tak akan mempan untuk membuatku berhenti.

Monday, August 01, 2011

Priceless Lesson


17re
by Annisa Utami Seminar


Some people say "don't worry be happy". Somehow, I wish we could really never feel worry of every problems in our life. My life is happy, yeah, but it has never been easy. I maybe experienced things way harder than other people. My journey to achieve something has never been easy. There are a lot of obstacles I deal with and somehow it worries me.

At first, I always ask why. Why I experienced things way harder than anyone else? Why me? Why should I experience traumatic things? Why?

I know, you might say that I'm silly to ask those kind of questions. And, it is.

I realized every single thing that happened in my life, good or bad one, is God's way to tell me that I have to be stronger than before. I have to be wiser than before, I have to be smarter, more logical, and more faith in God. What if I didn't experience those bad things? I will never learn. I will never know that BAD PEOPLE are exist. I will never know how hard to struggle for your own life. I will never appreciate things that I've achieved. And the important thing is, I will never remember that it is GOD who decide everything for us, for our life. The plan is ours, but the outcome is His.

Thank you God, for the lesson. I know that there's a lesson behind every problems.

Anyway, it's already August and moslem are having their fasting months! Happy fasting months for moslems!

Wednesday, June 22, 2011

Life Is Wonderful



Taken by Annisa Utami Seminar


I wanna travel as much as I can.
I wanna visit places that I really don't know.
I wanna make histories in every places.
I wanna put my footsteps in every places I visit.
Because this world is too big and our time as a human is too short.
Be bless and make every second of your life count!

Sunday, June 05, 2011

A New You



Pictures taken by Annisa Utami Seminar


Have you heard there's a thing that heals and it's called time?

Monday, April 11, 2011

Shock

Halo Bloggers, hari ini... agak sedikit melelahkan buat saya... Bukan, bukan agak... Tapi sesuatu hal benar-benar membuat saya shock.

Jadi ceritanya hari ini saya pulang dari Bogor ke Jatinangor untuk kembali pada aktifitas saya sebagai mahasiswa disana. Saya menaiki bis Bogor-Bandung, dan turun di Leuwi Panjang. Dari Leuwi Panjang ke Jatinangor, hanya ada satu bis yang ada.. Yaitu DAMRI. Saya menaiki DAMRI dengan perasaan seperti biasanya. Tanpa ada rasa was-was sama sekali. Barang bawaan saya memang terlihat banyak, namun di DAMRI saya tidak mengeluarkan barang apapun. Bahkan handphone dan dompet sekalipun.

Ketika saya sudah hampir sampai, saya sengaja pindah tempat duduk ke dekat Bapak Supir. Saya duduk dengan tas backpack yang saya gendong seperti biasanya. Selanjutnya ada beberapa orang yang juga ikutan duduk di depan, belakang dan samping saya... Nampaknya mereka juga akan turun.

Namun ketika saya turun dari DAMRI, mereka seperti sengaja membuat saya sulit untuk turun. Sampai saya berteriak ke orang di depan saya: "Permisi, SAYA MAU LEWAT!", sampai akhirnya saya bisa turun. Dan ketika saya sudah turun, saya merasa tas saya lebih ringan dan sepertinya tas saya terbuka... Saya langsung cek tas saya, memang benar terbuka.. Tapi saya cek sedikit, tidak ada yang hilang... Dan ketika saya mau tutup tas saya, saya baru sadar... Laptop saya sudah tidak ada... Spontan saya langsung lari sekuat tenaga dan berteriak supaya DAMRI tersebut berhenti. Saya teriak begitu kencang sampai rasanya tenggorokan terasa sakit dan saya lari sekuat mungkin yang saya bisa....... Saya lihat seorang laki-laki berdiri di ambang pintu DAMRI memperhatikan saya lari dan berteriak, tanpa menyuruh supir DAMRINYA berhenti!!!! Saya yakin dia salah satu orang yang mengambil laptop saya! Sampai akhirnya supir DAMRI mendengar suara saya, dan DAMRI tersebut berhenti...

Saya langsung teriak-teriak seperti orang kesetanan...
"MANA? MANA LAPTOP SAYA!!! MANAAAAAAAA?"
Dan laki-laki yang sedari tadi berdiri diambang pintu meminta kepada temannya, sambil berkata: "Ketinggalan ya neng laptopnya? Ketinggalan ya neng?"
Saya tidak menjawab apapun, saya langsung memeluk laptop saya dan DAMRI tersebut jalan lagi meninggalkan saya yang.... speechless....

Saya langsung memasukkan laptop saya ke tas saya dan kembali menggendong tas saya. Tapi saya terlalu lemas, kaki dan tangan saya gemetaran dan seketika saya jatuh berlutut di trotoar... Saya diam, ketakutan...

Sebisa mungkin saya meraih handphone saya dan mencoba menelpon siapa saja yang bisa menemani saya saat itu juga... Saya telfon beberapa teman ada yang tidak sambung dan ada yang tidak mengangkat, akhirnya saya menelpon Ibu. Dan saya berusaha menyebrang jalan karena saat itu sedang hujan. Menyebrang pun rasanya begitu sulit, saya masih shock...

Sampai mama mengangkat telpon, saya cuma nangis... Gak bisa ngomong apapun... Saya benar-benar hanya menangis.... Sampai akhirnya salah satu teman dekat saya, Fahmi lewat... Subhanallah sekali, Alhamdulillah sekali Fahmi ada disana... Dia langsung menghampiri saya dan mencoba menenangkan saya... Karena Fahmi-lah saya kuat berjalan sampai kosan.. Entahlah, saya masih shock...

Sesampainya dikosan, saya cek semua barang-barang saya dan Alhamdulillah tidak ada yang hilang satu pun... Terima kasih Tuhan... Tapi saya lemes, beneran lemes... Masih shock mungkin...

Saya menelpon Ibu berkali-kali karena merasa tidak aman berada di kamar sendirian. Ibu menyuruh saya untuk keluar bertemu teman-teman supaya bisa lebih relax, saya pun menuruti perkataan Ibu. Tetapi begitu saya keluar dari gerbang kosan, saya ketakutan. Saya gak sanggup jalan sendirian. Saya langsung nelpon teman saya minta dijemput di depan kosan... Saya parno, saya panik kalau tau ada yang tiba-tiba jalan dibelakang saya... Saya terbayang muka-muka pencuri laptop itu... Saya takut... Saat meninggalkan kosan pun, saya seperti orang kebingungan, berkali-kali memeriksa jendela dan pintu, apakah sudah saya kunci? Apakah sudah saya tutup dengan benar? Entahlah, saya shock....

Buat teman-teman semua, please jangan seperti saya. Saya kurang awas, saya kurang perhatian sama barang saya sendiri. Apabila menaiki kendaraan umum, sebisa mungkin tidak usah keluarkan apapun yang sekiranya menarik perhatian... Pun teman-teman menaiki bis eksekutif sekalipun, tetap jaga barang-barang kalian... Saya gak mau teman-teman ngerasain hal yang sama dengan saya, sumpah... rasanya... hmpp... gak tau lagi harus digambarin kaya gimana... :(

Thursday, April 07, 2011

Hurt



captured and edited by me


Kenyataan yang paling menyakitkan adalah:
Luka yang telah susah payah diobati, kembali menganga lebar dan memberikan rasa perih karena alasan yang sama.

Friday, April 01, 2011

Mommy

Sesuai janji saya, saya akan menceritakan tentang Mama saya.

Em.... Saya bingung harus mulai darimana. Karena terlalu banyak momen-momen yang ingin saya ceritakan kepada semuanya tentang Mama.




Perkenalkan Mamaku: Ir. Meitrisia Suman, M.Pd


Mama adalah perempuan aktif dan penuh talenta. Mamaku fasih berbahasa Inggris, walau dahulu kuliahnya di Perikanan IPB. Mama tumbuh di Jakarta dan di Depok, yang membuat logat berbicaranya rada-rada kebetawian. Kalau lagi ngomong “gue-elo” kayanya medok banget sampe orang percaya deh kalo Mamaku kenal banget sama Betawi. Padahal aslinya, mamaku ada darah Padang dan Jawa.

Mamaku itu senang belajar hal baru. Beliau suka mengedit foto. Percaya gak percaya, mamaku gape banget pake Adobe Photoshop. Beliau belajar sendiri loh! Kadang-kadang sih mama nanya ke aku, tapi overall keahliannya menggunakan Adobe Photoshop adalah usahanya sendiri.

Mamaku seneeeeeeeeeeeeeeeeeeeng banget internetan. Mamaku pokoknya seneng browsing.

Oh ya, waktu aku dan kakakku lagi gandrung-gandrungnya sama musik-musik dan film-film dari Jepang. Mamaku ikut ketularan. Bahkan Mamaku lebih hapal lirik-lirik lagunya L’Arc~en~ciel dibanding aku dan kakakku. Yang lebih hebatnya, mamaku belajar Bahasa Jepang! Sekarang mamaku sedikit banyak ngerti Bahasa Jepang. Dan mamaku itu gak pake les, belajar dari buku-buku dan nonton anime. Hebat bukan?

Mamaku juga suka fotografi. Mamaku sering banget nanya-nanya tentang ilmu-ilmu fotografi. Sekarang kalau mamaku jalan-jalan, mama tidak pernah lupa sama kameranya. Aku aja kalah sama mama, Mama selalu bawa kameranya kalau lagi jalan-jalan. Bahkan jauh lebih narsis, hehe.




Mamaku lagi belajar motret


Oh ya, mamaku itu rajin banget mengerjakan TTS. Tapi bukan TTS yang gambar depannya cewe-cewe pake baju renang. Tapi crosswords online berbahasa Inggris. Mamaku rajin tiap hari nyari crosswords, terus beliau isi sampe jawabannya dapet semua. Kata mama, otaknya perlu diasah, kalau gak main crosswords rasanya otaknya lemah.

Sekarang, mamaku lagi rajin ngerajut. Entah udah ada berapa karyanya. Mama mulai ngerajut lagi karena Mama sebentar lagi punya cucu! Mama membuatkan selimut, tutup kepala, sarung tangan, kaus kaki buat calon cucu mama. Dan kayanya mama gak berhenti-berhenti ngerajut beberapa bulan belakangan ini.

Lihat kan? Mamaku memang bertalenta!

Oh ya, Mama itu suka sekali bercerita. Kadang saat aku tidak bertanya pun, mama suka memulai percakapan sepert ini: “Eh Nis, mama punya cerita loh...”. Dan semua cerita Mama itu tidak ada yang tidak memiliki pesan. Past ada hikmah, ada pesan, ada nasihat dalam cerita-ceritanya Mama. Makanya, aku selalu seneng kalau mama lagi cerita.

Mama itu selalu membantu walau aku tidak pernah meminta. Misalnya, dulu sewaktu aku masih SMP. Kenaikan kelas biasanya kami dibelikan alat tulis baru, buku catatan baru, dll. Waktu itu, tanpa aku minta.. Tahunya mama sudah belikan aku alat tulis baru! Hampir semuanya berwarna ungu dan ada gambar pokemonnya! (Waktu itu aku sangat suka warna ungu dan pokemon :D). Mama memang tahu apa kesukaan anaknya.

Lalu, beberapa bulan lalu saat aku akan pergi ke Eropa untuk praktikum. Ternyata di Bogor, mama sudah menyiapkan kebutuhanku tanpa sepengetahuanku. Bahkan beliau sudah jauh memikirkan kebutuhan-kebutuhanku dibanding aku sendiri. Bener-bener deh, kalau tidak ada mama bisa-bisa banyak barang yang lupa aku bawa.

Kalau aku sedang bete dan merengek-rengek pengen jalan-jalan atau liburan. Mama hampir selalu menanggapi aku. Dasarnya, Mama emang suka jalan-jalan juga, jadi Mama jarang nolak kalau diajak jalan-jalan. Biasanya aku sama Mama suka panas-panasin Bapak biar Bapak mau diajak liburan. Hehe, aku dan mamaku memang tim yang baik!




Aku dan Mama saat Wisuda S2 Mama :D


Kadang aku merasa mamaku itu punya sixth sense. Kadang kalau aku sedang ada masalah, tapi diam saja, tidak cerita apapun ke Mama. Tau-tau Mama tuh ngajak ngobrol, nyuruh aku bergerak, biar aku gak bengong aja... Kadang tiba-tiba nyuruh makan, tiba-tiba nyuruh kemana, dan aku ngerasanya sih kayanya Mamaku ini lagi bantuin aku biar gak bete. Entahlah, bener gak sih ma?

Mamaku itu bener-bener tempat curhat, tempat cerita, tempat nangis... Aku ingat, kalau aku lagi ada masalah, Mama selalu diam dan memeluk aku, membiarkan aku nangis sampai selesai. Mama tidak akan berbicara apapun sampai tangisanku selesai. Setelah tangisanku selesai, Mama akan menggenggam tanganku dan mendukungku dengan pilihan kata-katanya yang... selalu tepat. Mama selalu tahu cara untuk menenangkanku dan membuatku senang... Makanya, aku tidak pernah bisa berbohong sama Mama. Karena kesedihan dalam bentuk apapun, pasti bisa hilang kalau Mama yang kasih semangat... Terima kasih ya Ma :)

Hebatnya, seberapa besar kesalahanku, walau awalnya Mama selalu marah, mendiamkan aku, tapi kalau aku minta maaf... Pasti selalu berakhir dengan pelukan Mama yang hangat... Pelukan Mama yang menandakan seberapa dalam cinta Mama buat aku, seberapa dalam kepercayaan Mama buat aku... Ah, mama itu gak usah berbicara juga, pelukannya udah bikin hati terenyuh, bikin pengen nangis... Saking begitu besarnya, begitu lapangnya hati Mama buat semua kesalahan-kesalahan aku... Harus bersyukur seperti apa lagi aku punya Mama seperti beliau?

Bagi saya, sosok Mama itu sulit digambarkan. Karena banyak sekali perlakuan Mama ke aku itu tanpa usaha tapi begitu mengena di hati. Sumpah, pelukannya itu loh.. Pelukan Mama itu sulit dilawan... Sulit sekali... Terima kasih Mama buat semua pelukannya, semua dukungannya, semua rasa percayanya... Terima kasih Ma, terima kasiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Thursday, March 31, 2011

Bapak

Akibat sedang mencari motivasi untuk terus rajin mengerjakan skripsi, wajah kedua orang tua saya seperti bolak-balik menghantui saya. Akhirnya, rencana awal untuk kembali memulai mengerjakan skripsi tertunda, karena Ms. Word saya malah terisi dengan cerita-cerita tentang orang tua saya.

Pertama, saya mau menceritakan tentang Bapak saya terlebih dahulu.



Perkenalkan Bapakku: Prof. Dr. Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc


Sedari awal, beliau sudah berkata: “Saya maunya dipanggil Bapak. Bukan Papah, Papa, Papi, Daddy atau yang lain. Bapak”. Tapi entah kenapa saya dan kakak saya selalu manggilnya: “Pah, pah...” Alhamdulillah Bapak saya tidak pernah mengeluh sih dipanggil begitu.

Bisa dibilang Ayah saya adalah total role model saya. Beliau adalah orang yang sangat cerdas. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di Surabaya, Jawa Timur. Saat memilih perguruan tinggi, beliau sangat ingin melanjutkan ke Institut Teknologi Bandung, namun entah mengapa Bapak saya justru masuk ke Institut Pertanian Bogor di jurusan Teknik Pertanian. Beliau ternyata lulus dengan masa kuliah 3,5 tahun saja!

Namun cerita inilah yang menjadi pelajaran bagi anak-anaknya saat ini. Pada masa kakak dan saya harus memilih perguruan tinggi dan tidak mendapatkan jurusan dan perguruan tinggi yang kita mau, Bapak selalu menceritakan ketidakberhasilannya untuk masuk ke ITB. “Kalau Bapak masuk ITB, belum tentu Bapak bisa menjadi seperti sekarang. Memang rasanya sekarang kamu gak terima gak masuk di universitas yang kamu mau, tapi nanti di masa depan kamu bakal tau betapa beruntungnya kamu kuliah di universitasmu sekarang”.

Bapak saya pernah bercerita, ketika saya dan kakak saya sedang bercerita mata kuliah yang sulit di masa kuliah kami, beliau berkata: “Dulu, Cuma ada satu mata kuliah yang bapak paling nggak ngerti! Ilmu Tanah! Bapak gak ngerti, dan Bapak dapet B!”, serentak kakak dan saya bertanya: “Loh, B? Gak sulit lah Pa...” dan dijawab dengan entengnya: “Loh, dulu saat itu nilai mutu saya A semua...!” Oh... Ya... Cukup bikin kita sedikit gendek karena prestasinya pada masa kuliahnya dahulu, membuat saya dan kakak saya ingin berteriak saat itu juga: “Kenapa saya gak bisa kaya Bapak sayaaaaaaaaa??!!

Selanjutnya, Bapak saya melanjutkan pendidikannya di Canada. Beliau mendapatkan beasiswa S2 dan S3nya sekaligus di University of New Brunswick, Canada dan beliau pindah haluan ke jurusan Computer Science. Akibat beasiswa beliaulah, saya jadi bisa numpang lahir di Fredericton, Canada. Beliau bercerita, hidupnya saat di Canada tidaklah mudah. Beliau pernah menjadi janitor demi melanjutkan kehidupannya disana.

Beliau juga pernah secara tiba-tiba menelpon saya ketika saya sedang berada di Jatinangor... Beliau bercerita bagaimana susahnya saat itu mengerjakan thesis, karena saat itu Bapak saya belum terlalu fasih dalam berbahasa Inggris. Katanya, setelah beliau memberikan draft thesis ke Dosen Pembimbimngnya, draft tersebut tidak dicoret bahkan segaris pun oleh Dosen Pembimbingnya. Katanya, tulisan Bapak saya tidak bisa dimengerti sama sekali. Dosen Pembimbingnya hanya berkata: “Think about it again..”. Wah, saya baru dicoret-coret banyak sekali sama Dosen Pembimbing sudah bingung bukan main, apalagi Bapak saya ya? Harus memakai Bahasa Inggris dan tidak ada coretan sama sekali! Itu jauh lebih membingungkan.

Dari cerita diatas, terlihat Bapak saya adalah orang yang sangat peduli dengan akademis. Ya, dalam kehidupan saya dan kakak saya, kami selalu didukung penuh dalam hal akademis. Apapun yang berhubungan dengan pendidikan kami, tidak pernah sungkan-sungkan ia berikan. Namun, satu hal yang saya sangat bersyukur memiliki orang tua seperti Bapak saya, Bapak saya tidak pernah sama sekali mempermasalahkan IPK anak-anaknya. Keinginan Bapak saya yang paling utama adalah kami lulus menjadi sarjana. IPK bagus itu hanya nilai tambah. Makanya, mau sejelek apapun IPK anak-anaknya, Bapak (dan Ibu saya) tidak pernah marah, tidak pernah mengeluh, dan tidak pernah meminta kita untuk harus memiliki IPK tinggi. Saya rasa Bapak dan Ibu saya pun sudah bisa mengukur kemampuan anaknya.




Bapak lagi lompot di Bromo. Terlihat sangat ceria :D


Bapak saya adalah orang yang tidak pernah lelah memberikan motivasi. Ada satu kalimat yang selalu saya ingat sampai saat ini dan menjadi kunci motivasi saya: “Ubah kebingunganmu menjadi energi positif Nis. Kamu pasti bisa”. Saat Bapak saya mengucapkan kalimat tersebut, jujur, saya merinding. Saya bahkan hampir menangis. Betapa bersyukur saya memiliki Bapak seperti beliau. Betapa bersyukurnya saya memiliki Bapak yang tidak pernah sungkan-sungkan berbicara dengan anaknya, mau berkomunikasi dengan baik dengan anak-anaknya, mau berdiskusi dengan anak-anaknya... Alhamdulillah.

Tidak sampai disitu, Bapak saya juga sangat gape akan hal agama. Ketika kami memiliki masalah-masalah Bapak adalah tempat curhat yang baik. Sebagai pembuka, beliau pasti akan memberikan jalan keluar secara logis, namun setelah itu beliau akan menambahkan pandangan-pandangan dari agama yang membuat kami semakin yakin bahwa beliau sangat berusaha untuk memberikan jalan yang terbaik bagi kami.

Saya sangat bersyukur tumbuh dalam keluarga yang religius, Bapak dan Ibu saya benar-benar memberikan pedoman dalam kehidupan kami. Bapak saya sangat mengutamakan mengaji. Beliau tidak pernah lupa mengingatkan kami untuk mengaji walau dalam kesibukan. Karena, beliau pun dalam kesibukannya yang padat, tidak pernah lupa mengaji.

Walau kami tumbuh dalam keluarga religius, Bapak sangat mencoba untuk mengerti kehidupan anak-anaknya. Apabila dalam bayangan orang-orang umum “keluarga religius” adalah seperti tidak boleh menonton bioskop, tidak boleh menonton konser, tidak boleh jalan-jalan, tidak boleh menikmati hal-hal duniawi, maka keluarga saya pun jauh dari itu. Hiburan-hiburan apapun boleh kami nikmati, selama jauh dari hal mudharat. Bapak juga senang berjalan-jalan, namun karena kesibukannya, kadang acara jalan-jalan suka tertunda. Disaat saya meminta ingin liburan dan ke pantai, Bapak bersedia menyetir entah selama berapa jam untuk berliburan. Sungguh, Bapak yang sangat baik hati bukan?

Bapak juga mencoba untuk akrab dengan teman-teman saya. Bapak tidak pernah menjadi orang yang kaku didepan teman-teman saya. Bapak selalu mengeluarkan canda-candaannya sehingga teman-teman saya tidak sungkan didepan Bapak saya. Bahkan Bapak sering menanyakan kabar teman-teman saya.



Bapak dan Aku :*


Oh ya, Bapak selalu bahagia kalau melihat saya ada di rumah. Setiap Bapak pulang bekerja dan tahu saya ada dirumah, saya akan membukakan pintu rumah sambil berteriak: “Bapaaaaaaaaaaaaak!” dan Bapak saya akan menjawab dengan senyuman lebar: “Annisaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, kamu kapan sampenya?”. Dengan dialog sependek itu pun, saya sudah tau, saya sudah sangat tau betapa Bapak mencintai saya, betapa Bapak merindukan anaknya yang sedang kuliah jauh dari orang tua, betapa Bapak ingin mendengar kabar dari saya... Ah, saya bahkan gak percaya saya nangis saat nulis ini.

Akhir kata, terima kasih Bapak. Terima kasih untuk semua dukungannya. Terima kasih atas kepercayaannya. Terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih..... Entah harus berapa terima kasih yang harus saya berikan buat Bapak... Cium hangat dari Annisa pa... :*

Nanti cerita tentang Ibu saya menyusul ya!

Friday, March 25, 2011

I Move On






Well, hello!

I know it’s not a long time since my last post. But, well, bad things happened and it really made me feel that time run really slow. It felt like I deal with this problem for almost more than 6 months and it really exhaust me.

No, I’m not going to tell you what kind of problem I had. I already promise to myself that I won’t hurt my body or my heart anymore even a second, even a blink of my eyes! I promise that I will move on, I stop looking back, and go on.

I know the problem wasn’t from out there. It was from here, deep inside me.... my own thoughts, my own wishes, my own.... stupidity... And the one that could heal all these scars would be only me, myself... Not others, and not even the one who hurts me.

I know, almost everyone in this problem feels hurt. And I can't claimed that the most suffer person in this problem is me. Everyone has their own perception, and I can't force them to do what I want. Everyone has their own way to release, to forget... to deal with problems. And, well... What I did, is the only way to get through this problem. Please, understand. Only for this time.

For almost 3 years, I nearly lost myself. And now, I think it’s enough. I need to live my own life, not others. I know there are a lot of things I could do, THINGS THAT WORTH TO SACRIFICE FOR. I know, I will survive. I know, time will heal, and I know that myself is strong enough to bear all of this problem!

Well, maybe that’s all. Sorry for this crap, but I just think that I want to post this. You know, I just want to let it out.

Ciao. Hope everything will be alright, for me, for you, for all of us :)

Wednesday, February 23, 2011

Faces

Actually, I just don't have any activities to do. So I opened my external hard disk, photoshop CS4, and browsed my old pictures. I wasn't quite sure at first on what am I doing, I was like clicking, clicking, click there, click here, open that, close this... conclusion is, I WAS SO RANDOM! And somehow I end up with this kind of errr, collage? I don't know what to call it anyway... Anyway, here they are....





all pictures taken and edited by me
more pictures from this series: Interpretive Dance


I realized this collage, kinda creepy... But, somehow I stared this collage quite longer and I started to thinking that everyone is living with a mask. I mean no one is really original or try not to faking their life. When you meet strangers, all you do is trying to make them "know" you, "attach" to you, you wanna make them know that you are good at this good at that, and you over dramatized. You know, it happens to a lot of people. Or maybe, when you feel utterly angry or sad but because the sake of others feeling, you try to keep'em, you try not to express it.. But for being real, I mean, for yourself, you just need to let them out. I often experience this matter and one day I blew quite hard, and all of my anger and sadness came out, and I cried pretty bad. Even after that I feel relieved, but keeping my feeling inside, not letting them out... is totally sucks! Right now however, i try... i will try to being honest with myself and others.

Some people, try to act as a good friend, good person, smart person just to attract people.. just to make other amazed of what they had achieved. Some people blabbering about someone's big dirty secrets and making fun of it just because they feel insecure of their presence... Some people willing to do everything just to get money as much as they could... And some people willing to LIE just to make themselves exist or popular... Geez, it's pathetic... even I might just do that sometime ago, God I don't wanna live my life like that...

So enough! I talked to much and I see I go nowhere with this posts. Ok, so see ya! (I believe I am pretty sleepy right now)

Friday, September 17, 2010

Best Friends

Mereka mungkin tidak selalu berada di sisi saya. Mereka mungkin tidak selalu menjadi orang-orang yang menjadi tempat saya berbagi cerita. Mereka mungkin bukan orang-orang yang terus-menerus membuat saya bahagia dan tertawa. Mereka mungkin bukan orang-orang yang senang mengirimkan sms setiap harinya, menanyakan kabar seperti: “Apa kabar?”, “Oi, udah sampe kampus?”, “Woy, makan malem yuk”. Mereka mungkin bukan orang-orang yang sering menghabiskan waktu begitu lama dengan saya. Mereka mungkin bukan orang-orang yang sering hang-out bareng dengan saya di malam minggu. Mereka jauh, terpisah dalam angka berpuluh-puluh bahkan beribu-ribu kilometer.

Tapi,

Mereka adalah orang-orang yang saya selalu percaya. Mereka adalah orang-orang yang selalu saya rindu setiap hari. Mereka adalah orang-orang dalam tiap kesempatan saya harap mereka ada. Mereka adalah orang-orang yang membuat saya selalu bisa membuang rasa sedih dan mengubahnya menjadi rasa bahagia. Mereka adalah orang-orang yang membuat saya bisa tertawa begitu lepas dan menangis begitu kencang. Mereka adalah orang-orang yang paling mengerti candaan-candaan saya yang jayus dan gak penting. Mereka adalah orang-orang yang benar-benar tahu saya seperti apa. Mereka adalah orang-orang yang begitu mudah mencela saya akan sifat buruk saya, tetapi tidak membuat saya tersinggung sama sekali. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah menuntut saya sama sekali, karena mereka percaya saya.

Mereka selalu ada di dalam hati saya.

Merekalah, SAHABAT.

Terima kasih, Angga Setiawan Nugraha dan Sri Handayani.

Sudah bertahun-tahun kalian ada di satu bagian di hati ini, menjadi orang yang paling saya percaya dalam hidup, menjadi sahabat yang paling berarti dalam hidup saya.



Thursday, September 02, 2010

Life Goes On

my own photograph

Have you ever feel that everything you have done in your life is something useless? Or you already gave you best efforts to be success but the result wasn’t like the way you want it? And then you complain about yourself, your life, your choices, your priority? And in the end you blame all those situations that fucked up your life?

To be honest, I’ve been there.

I was really down and I chose to be a loner. I didn’t text my friend, i even didn’t get online to catch up something new from news and campus. I just felt like I really didn’t belong in this reality and everything in my life is a failure.

I locked up myself in my room. Did nothing.
My brain and heart was empty... and blank.

Somehow, my dad found out that I messed up. He asked me a lot; what’s wrong, what made me feel that way, bla bla bla, and all I answered was: “I don’t know, Dad... I just feel useless”. Then my dad said:

“Life goes on, Annisa... No matter how hard, how pathetic, or how difficult your life is, just think that God knows that you are the one that could cope with it. God gives you failure, because God knows that you are a tough person and you won’t stop just because one failure you made... Be strong, dear... You have to know that your life is a really long way to go... Just don’t give up..”


Yes, life goes on...

And I know I have to move on. I cannot live my life with complains and mourns. I have to live my life happily and positively. Just like one said: “One must work and dare if one really wants to live.

No matter how hard or how pathetic your life is, just do not ever think that your life is sucks.

Wednesday, February 17, 2010

Changes

“So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing
And I don't feel the same”
Everybody’s Changing – Keane





Taken by Annisa Utami Seminar

Do you ever feel that you have never change at all? You think that you are still the same person as you were. You don’t have any improvement for yourself. You keep thinking that you haven’t change in a good way. You are just you, and nothing special comes out from you as time passes by. Have you ever feel about that?

Realizing that I am always standing in the same place, makes me thrill. I look back and ask: “What have I done this whole time, for God’s sake?”. I mean, I keep wasting my time for being a same lazy-indifferent girl who always spent her time with browsing on the internet , reading novels, and playing game houses!!

As a student, I should be diligent. I should have read newspapers, journals, political science books, writing essays, asks actively, blablabla. I should do that, right? Even though I know what should I do for being a student, I barely do these thingy. Well, I did, but just some times, rarely maybe, depends on my mood.

So, I think I should change. I have to. Little-by-little or slow-but-sure phrases will motivate me to do these changes. Ahh, just wish me luck people. :(

If you have some tips to motivate me, please tell me. I would really like to hear that! Thankie.

-------------------------------------------